Bangkok, Thailand | 12 Desember 2025 — ANGEL berpartisipasi dalam IWA Water and Development Congress & Exhibition (WDCE), dengan menampilkan berbagai solusi untuk proyek pengolahan air berskala menengah dan besar serta dispenser air RO tanpa botol untuk penggunaan di ruang publik dan perkantoran.
Zhao Kai, Wakil Kepala Divisi ANGEL Group, menghadiri upacara pembukaan dan menyampaikan sambutan, menyoroti inovasi ANGEL serta komitmennya terhadap kolaborasi internasional untuk pembangunan berkelanjutan. Kongres yang diselenggarakan bersama oleh IWA dan Asian Institute of Technology ini mengusung tema “Water, Sanitation, and Innovation Pathways for a Developing and Resilient Future”, serta mempertemukan sekitar 2.000 peserta dari lebih dari 90 negara dan wilayah.

Pada 9 Desember, Lei Jing, ahli teknis dari Lembaga Penelitian Pusat ANGEL, mempresentasikan teknologi ANGEL Ionic Microsensor (AIMS) yang telah dipatenkan dalam forum tematik WDCE, dan menarik perhatian besar dari para ahli di sektor air global.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan kontrol konsentrasi ion mineral yang lebih akurat, AIMS hadir untuk mengatasi berbagai keterbatasan perangkat deteksi ion konvensional. Melalui desain elektroda yang inovatif, teknologi ini mengurangi kehilangan elektroda, meningkatkan akurasi, dan meminimalkan kebutuhan kalibrasi berkala. AIMS meningkatkan metode pemantauan dari estimasi manual dan pengambilan sampel berkala menjadi pemantauan real-time dan kontrol cerdas, dengan menggabungkan pengukuran berpresisi tinggi dan visualisasi data. AIMS juga telah meraih medali emas di Geneva International Exhibition of Inventions.
Dioptimalkan dari segi biaya dan ukuran, AIMS dapat diintegrasikan ke dalam berbagai perangkat pengolahan air serta tetap stabil dalam penggunaan jangka panjang tanpa memerlukan kalibrasi rutin. Selain untuk kebutuhan air rumah tangga, teknologi ini memiliki potensi penerapan di berbagai bidang, termasuk penelitian, biometrik, perlindungan lingkungan, industri, dan pertanian, dengan potensi mengurangi jejak karbon serta mendukung daur ulang air untuk pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.
Pada 11 Desember di IWA WDCE, Chen Qingyan, ahli teknis dari Pusat Penelitian ANGEL, mempresentasikan teknologi disinfeksi air terbaru ANGEL serta penerapannya dalam sistem pemurnian air pada sesi yang membahas kontaminan baru dan teknologi disinfeksi.
Untuk mengatasi risiko kontaminasi bakteri pada pemurni air yang digunakan dalam jangka panjang, ANGEL menghabiskan tujuh tahun untuk mengembangkan teknologi antimikroba berstandar ruang angkasa. Teknologi ini bekerja secara fisik dengan menarik bakteri dan merusak membran selnya, serta mampu mencapai tingkat penghilangan hingga 99,99% terhadap bakteri tertentu.
Para ahli dalam konferensi menilai teknologi ini sebagai pendekatan baru yang menjanjikan untuk meningkatkan keamanan air minum. ANGEL juga mendapat perhatian atas solusi inovatif berbasis skenario serta komitmennya dalam mengembangkan teknologi pengolahan air yang lebih efisien, cerdas, dan ramah lingkungan.